Gedung Pencakar Langit Paling Ramah Lingkungan

Gedung Pencakar Langit Paling Ramah Lingkungan – Di masa depan, dunia diramalkan akan mengalami kenaikan suhu alam yang akan mengakibatkan beberapa negara mengalami musim kemarau yang berkepanjangan. Hal tersebut terjadi karena lapisan ozon yang semakin menipis yang akhirnya tidak mampu lagi menahan panasnya paparan matahari dengan lebih maksimal. Lapisan ozon yang tiap waktu kian menipis adalah produk yang dihasilkan karena tebalnya emisi carbon dari pembakaran industri, efek rumah kaca dari gedung-gedung, hingga asap kendaraan bermotor.

Masalah tersebut lantas memunculkan pemikiran-pemikiran baru yang lebih menitik beratkan pada pengurangan emisi carbon, hingga pemaksimalan penggunaan energi rumah tangga. Mungkin istilah ramah lingkungan akan kerap terdengar pada produk-produk yang digunakan manusia; dimulai dari tas ramah lingkungan, lampu, kendaraan, dan rumah. Seperti beberapa gedung berikut yang terkenal tidak hanya memiliki desain arsitektural yang unik tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Council House 2, Melbourne, Australia
Gedung ini merupakan bangunan pertama di Australia yang didaulat dengan enam bintang hijau karena dinilai sangat ramah lingkungan. Bayangkan saja gedung yang memulai pembangunan di tahun 2004 ini mampu mengurangi 85% konsumsi listrik, 87% penggunaan gas dan hanya menghasilkan 13% emisi.

Bank of America New York, USA
Terletak di pusat kota Manhattan, gedung yang selesai dibangun tahun 2009 menggunakan material yang 40% berasal dari bahan bangunan lokal sehingga mengurangi penggunaan energi dalam pendistribusiannya. Materinya pun mencampur fly-ash, sebuah material daur ulang, untuk menghemat 45% semen yang digunakan dalam membangun dinding beton gedung.

Bahrain World Trade Centre, Bahrain
Bayangkan berkantor di gedung dengan tinggi 240 meter ini? Tentu hampir seluruh pemandangan kota dapat kita lihat. Namun bukan itu yang menjadi hal utama pembangunan gedung pencakar langit ini. Tetapi yang menarik dari gedung kembar ini adalah jembatan penghubung yang berfungsi untuk menahan angin dan mengubahnya menjadi 225 kilowatts hingga mencapai total 675 kilowatts dari seluruh kapasitas tenaga angin yang terhembus. Hal tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hampir 15% tenaga listrik untuk seluruh gedung, atau setara dengan penerangan hingga 300 rumah.

The Change initiative Building, Dubai, UAE
Sebuah gedung yang dibangun seluas 4000 meter persegi, dengan 26 teknologi canggih termasuk memiliki panel surya dan cat dinding penahan panas dibagian atap yang keduanya berkolaborasi menghasilkan 40% kebutuhan energi bangunan. Dan melihat kebagian falam dalam, interiornya juga dibuat dari bahan daur ulang.

King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Saudi Arabia
Pengembang gedung universitas ini menggunakan 38% materi yang berasal dari lokal dan 20% bahan daur ulang. Kerennya lagi, pembuatan dindingnya menggunakan sistem balok pendingin HVAC (heating, ventilation and air-conditioning) dimana sistem ini menggunakan air dingin untuk mengurangi suhu panas pada ruangan, tentunya lebih hemat energi dibandingkan menggunakan pendingin udara konvensional.

Gedung-gedung pencakar langit ramah lingkungan diatas juga menggunakan mesin genset yang ramah lingkungan dari Yanmar. Mesin genset ini mempunyai komponen khusus yang gunanya untuk mengurangi jumlah asap pembuangan saat mesin sedang bekerja. Maka bila diperhatikan dengan seksama, genset dari Yanmar asap pembuanganya lebih sedikit dibanding merek lain. Dari sisi harga, harga genset merk yanmar 42 kva ini kurang lebihnya 200 jutaan untuk yang tipe silent.