sat-jakarta.com – Contoh kasus, karena orangtua kurang memberi anak perhatian atau anak sering dibandingkan dengan anak lain, di luar rumah anak akhirnya caper (cari perhatian orang) agar ia menjadi dikenal. Ini tak masalah selama anak berada di jalur yang positif dan meraih kepopulerannya dengan cara-cara yang sesuai. Contoh, anak mati-matian menekuni minat tertentu agar keterampilannya “dilirik” orang lain. Atau ia tekun belajar agar menjadi juara, bukannya dengan cara menyontek, misalnya.

GALI DAN KEMBANGKAN BAKATNYA

Apa pun tipe anak; populer, biasa-biasa saja, maupun yang ingin populer; semua anak patut digali potensinya.

Berikut caranya:

Si Biasa Saja

Pada anak yang merasa nyaman dengan tidak menjadi populer bukan berarti lantas didiamkan. Ia tetap perlu dimotivasi untuk mau bergaul dengan banyak orang.Potensinya pun perlu ditemukan dan bisa ditingkatkan menjadi prestasi tersendiri. Misal, untuk si pendiam yang memiliki gerakan tubuh yang luwes, mengapa tidak diikutkan pada kursus tari sehingga anak bisa menjadi duta tari serta mengikuti kejuaraan mewakili sekolah. Prestasi ini tentu akan membuatnya lebih populer. Tanpa ada usaha dari orangtua, si “biasa saja” akan tenggelam dengan kesendirian sehingga kemampuan sosial maupun bakatnya tidak terasah optimal. Hal ini bisa menjadi kendala ketika ia dewasa dan harus bekerja. Ingat, di dunia kerja saat ini yang dicari bukan saja orang-orang yang pintar, tapi juga yang memiliki keterampilan.

Si Follower

Untuk si follower, mereka juga perlu diarahkan. Jangan sampai keinginannya tidak tersalurkan sehingga memunculkan sifat iri hati, minder, atau merasa tidak pantas menjadi orang yang populer. Karena tidak mampu menjadi anak yang populer bisa jadi ia malah melakukan perbuatan tidak terpuji, membully teman lainnya, misal. Untuk itu, seringlah mengajak anak bicara untuk mengetahui perasaannya. Gali alasan mengapa ia ingin menjadi populer lalu diskusikan keinginannya itu. Kita pun dapat membantu anak untuk mencapai keinginannya. Arahkan potensinya tanpa perlu ikut-ikutan teman yang mungkin memiliki bakat berbeda.