Chrome Remote Desktop Akses Lintas Platform


Selain gratis dan mendukung beragam sistem operasi, solusi remote access desktop google ini juga dijamin bebas pemblokiran sistem firewall. Seorang admin jaringan pasti setuju bahwa software remote access adalah salah satu tool esensialnya dalam mengelola banyak PC server dan client. Sebagian menyukai tools gratis, seperti TeamViewer, WebEx Free, Windows Remote Desktop, atau VNC, sedangkan sebagian lagi menyukai remote access non-gratis, seperti LogMeIn, Radmin, atau GoToMyPC yang relatif mudah di-install dan digunakan.

Masing-masing solusi remote control ini memiliki beberapa perbedaan, seperti jenis protokol remote (RDP, RFBVNC, ICA, atau proprietary), dukung an sistem (Windows, MacOS, Linux, Unix, Android, iOS, dan lain-lain), dan feature yang diusungnya (enkripsi, file transfer, dukungan audiovideo, multi-session, IPv6, dan lain-lain).

Kini, tren mobile device dengan beragam platform juga berdampak pada remote access. Salah satu contohnya adalah Google yang mulai berkontribusi dengan solusi remote access-nya yaitu Chrome Remote Desktop (CDR) untuk multi-platform. Berbeda dengan solusi remote access umumnya, CDR hadir bukan sebagai software tersediri melainkan sebagai Extensions dari browser andalannya, Google Chrome.

Baca Juga: Game Petualangan Offline

Meskipun hanya Extensions, fasilitas remote access tersebut bisa tetap aktif (sebagai Windows services pada platform Windows) jika seandainya browser Chrome tidak aktif atau ditutup. Remote access Sejuta Umat Kini pertanyaanya, atas alasan apa Anda beralih ke solusi CRD dari solusi remote access yang telah ada selama ini Ada tiga manfaat yang ditawarkan CDR, yaitu sebagai solusi remote yang sepenuhnya gratis (pemakaian personal atau komersial), mendukung berbagai platformclient, dan kemudahan konfigurasi.

Selain gratis untuk penggunaan personal atau komersial, CDR mendukung beragam platform desktop di sisi server (Windows, MacOS, Linux) dan di sisi client (Windows, MacOS, Linux, ChromeOS, Android, dan iOS yang akan segera menyusul). CDR pun relatif mudah dikonfigurasi di server dan client. Kerumitan konfigurasi awal server pada remote access umumnya, seperti membuka port-port khusus agar bisa diakses via Internet, tidak ditemui pada implenetasi CDR. Praktik kali ini akan menjelaskan bagaimana mengimplemetasikan solusi CDR untuk sistem Windows (termasuk Windows Server) dan cara mengaksesnya dari device client Android.