Asus Zenfone 6 – How Low Light Can You Go

Dagang ponsel apa dagang kamera Pertanyaan ini bisa kita alamatkan kepada para pabrikan ponsel akhir-akhir ini. Banyak ponsel yang menyasar segmen premium wajib hukumnya menyematkan kamera yang berkualitas bagus. Itu tak sepenuhnya salah karena memang ponsel dengan kameranya sudah menjadi kawan bersosialisasi. Apalagi dalam momen-momen silaturahmi seperti Idul Fitri besok ini. Asus termasuk yang melihat peluang ini sebagai titik balik untuk mendongkrak lini mobile phone dengan cara memberi spesifikasi wah (termasuk dalam soal kamera) dan harga yang relatif murah.

Zenfone 6 menjadi salah satu andalan untuk itu. Kamera Waktu itu Asus meluncurkan Zenfone 6 berbarengan dengan Zenfone 4 dan Zenfone 5 di Jakarta sebagai sebuah event regional Asia Tenggara. Di tengah kesibukan penyelenggaraan even itu, pihak Asus Indonesia masih harus berkutat dengan menyiapkan sebuah pelengkap kecil namun penting, sebuah “black box” yang berupa kotak gelap yang hanya memiliki satu lubang untuk kamera. Kotak tersebut disiapkan untuk demo dalam rangka menunjukkan kemampuan kamera yang dimiliki Zenfone 6 untuk memotret dalam keadaan minim cahaya.

Baca Juga: Game Ppsspp

Dan banyak ponsel kelas premium lain dan yang diunggulkan sebagai ponsel kamera canggih kalah ketika harus memotret dengan kotak hitam tersebut. Pemotretan dengan Zenfone 6 di kotak gelap dengan pengaturan default pada Camera mampu menangkap objek – meski detil tetap tak tajam dan warna tak alami. Kemampuan low light pada kamera Zenfone 6 ini memang cukup menarik perhatian publik. Apalagi teknologi PixelMaster belum lama dan belum banyak dikenal. Selling point ini akan bertarung dengan PureView-nya Nokia, UltraPixel-nya HTC, maupun teknologi Sony. Dengan sejumlah catatan, foto yang dihasilkan memang tampak kompetitif terhadap Nokia Lumia 1520, sedikit unggul terhadap HTC One M8.

Berpatokan pada klaim pemotretan minim cahaya tersebut SINYAL membawanya jalan-jalan malam untuk mengabadikan pemandangan.Hasilnya juga tergolong tak mengecewakan. Demikian juga ketika diperbesar di komputer, masih terdapat sedikit noise, namun secara keseluruhan masih tetap kompetitif terhadap ponsel berkamera 13 MP lainnya. Tampilan jendela kamera tampak simpel. Shutter foto dan video sama-sama ada – mirip seperti dual shutter yang biasa ditemukan di HTC.

Ada tambahan Turbo burst; menempel pada shutter foto. Moda diakses dari ikon di sebelah shutter video. Efek filter bisa diakses cepat dari ikon bergambar tiga lingkaran. Perpindahan antara kamera utama dan kamera depan pun bisa diakses cepat dari ikon di sebelah flash. Tak ada tombol khusus untuk kamera di bodi handset. Jadi, akses cepat hanya dari icon Camera di home screen. Untuk memperbaiki foto sesuai dengan keinginan, tersedia editor foto bawaan dengan fitur yang cukup kaya. Tak demikian halnya dengan editor video yang tak disediakan. Sedangkan hasrat untuk menshare foto dan video ke media sosial, instant messaging, maupun disimpan di layanan cloud, dapat dilakukan dengan mudah.